Skip to content

Volkswagen

September 2, 2013

Latar Belakang Munculnya Volkswagen

Model dari Porsche Type 12 (Zündapp), Museum Industrial Culture, Nurnberg

Volkswagen awalnya didirikan pada tahun 1937 oleh serikat dagang Nazi, yaitu Serikat Buruh Jerman (Deutsche Arbeitsfront).[2] Sampai pada awal 1930-an pabrikan otomotif Jerman masih banyak terdiri dari pabrikan mobil mewah, dan rata-rata orang Jerman tidak bisa membeli lebih daripada sebuah motor. Melihat sebuah pasar potensial, beberapa pabrikan mobil membuat proyek mereka sendiri-sendiri untuk “mobil rakyat” seperti Mercedes 170H, Adler AutoBahn, Steyr 55, Hanomag 1.3L, dan lainnya. Tren ini sebenarnya bukanlah tren baru, karena Béla Barényi sudah tercatat sebagai pendesain pertama “mobil rakyat” di pertengahan 1920-an. Josef Ganz sendiri mengembangkan Standard Superior (dan di iklan disebutnya “Mobil Rakyat Jerman” (German Volkswagen)).[3][rujukan rusak] Selain itu, di Cekoslowakia, Hans Ledwinka juga mengembangkan Tatra T77, mobil yang sangat populer di kalangan elit Jerman. Mobil ini belakangan menjadi semakin kecil dan harganya semakin terjangkau. Tapi, sampai tahun 1933, banyak dari proyek tersebut masih dalam pengembangan atau produksi tahap awal. Adolf Hitler menyatakan akan membuat sebuah “mobil rakyat” (Volkswagen). Hitler menginginkan sebuah mobil standar berkapasitas 2 dewasa dan 3 anak dan berkecepatan 100 km/jam (62 mil/jam). Mobil rakyat ini nantinya akan tersedia bagi rakyat Nazi dengan harga 990 Reichsmark, seharga sebuah motor kecil pada saat itu (pendapatan rata-rata penduduk saat itu sekitar 32 Reichsmark per minggu).[

baca selanjutnya disini

Sengman Inikah yang Disebut Ridwan “Utusan” Presiden?

September 2, 2013

Ridwan Hakim, putra Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin, menyebut-nyebut nama Sengman dalam persidangan kasus suap kuota impor daging sapi dengan terdakwa Ahmad Fathanah, Kamis 29 Agustus 2013. Ridwan mengatakan Sengman adalah utusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dititipi uang Rp40 miliar dari PT Indoguna Utama untuk diserahkan ke Hilmi Aminuddin

Lanjutkan membaca disini

Basuki Hadiri Sidang DPRD, Fraksi PPP “Walkout”

September 2, 2013

basukiJAKARTA, KOMPAS.com — Ada yang berbeda dalam sidang paripurna DPRD DKI, Senin (2/9/2013). Sidang yang juga dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama itu tiba-tiba diwarnai interupsi oleh anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

baca selengkapnya disini